RUANG.NEWS GOWA — Anggota DPRD Sulawesi Selatan yang juga Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Sultan Tajang, tampil membacakan Naskah Jati Diri Kader Partai Gerindra dalam kegiatan Diklat Laskar Gerindra di Malino, Jumat (4/9) malam.
Dengan lantang dan penuh penekanan, Sultan membacakan naskah yang memuat nilai perjuangan, integritas, kedisiplinan, kecintaan terhadap tanah air, serta komitmen kader Gerindra untuk membela kepentingan rakyat.
Dalam naskah tersebut, kader Gerindra menegaskan diri sebagai patriot pejuang Indonesia yang menjunjung kedaulatan, kemerdekaan, dan kehormatan bangsa.
“Kami Kader Partai GERINDRA adalah Patriot Pejuang Indonesia yang membela kedaulatan, kemerdekaan dan kehormatan Bangsa Indonesia. Kami dengan tulus ikhlas, dengan sukarela, dengan penuh rasa cinta tanah air dan dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Ibu Pertiwi, bertekad dengan segenap jiwa dan raga kami, membela keutuhan dan kejayaan Bangsa Indonesia,” demikian bagian naskah yang dibacakan Sultan.
Naskah tersebut juga menekankan pentingnya karakter seorang kader yang menjunjung kebenaran, kejujuran, keadilan, kesopanan, disiplin, dan kerendahan hati.
Kader Gerindra juga menyatakan pantang melakukan kecurangan, mencuri, maupun korupsi terhadap uang partai, uang rakyat, dan uang negara.
“Kami Kader Partai GERINDRA adalah Ksatria yang membela kebenaran, kejujuran dan keadilan. Dalam hidup dan perilaku kami sehari-hari, kami akan selalu bertindak dengan sopan, disiplin dan rendah hati,” lanjut Sultan saat membacakan naskah tersebut.
Selain menegaskan integritas kader, Naskah Jati Diri Kader Gerindra memuat komitmen perjuangan untuk membela masyarakat lemah, miskin, dan tertindas.
“Kami Kader Partai GERINDRA terjun ke kancah politik untuk membela kaum yang lemah, kaum yang miskin dan kaum yang tertindas. Kami akan berjuang untuk membangun suatu bangsa yang terhormat, Bangsa yang adil dan makmur, Bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lain karena keadilan dan kesejahteraan rakyatnya,” ucapnya.
Naskah itu juga menegaskan komitmen kader dalam menjaga persatuan Indonesia melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial.
“Kami Kader Partai GERINDRA bertekad membangun suatu masyarakat Bhinneka Tunggal Ika yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia apapun sukunya, apapun agamanya, apapun rasnya dan apapun latar belakang sosialnya.”
Sultan menutup pembacaan dengan penegasan bahwa kader Gerindra merupakan pembela tanah air yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Kami Kader Partai GERINDRA adalah pembela tanah air Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai perjuangan kita.”
Latar Aktivis dan Perjalanan Politik
Sultan Tajang memiliki latar belakang sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia merupakan sarjana hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar) dan pernah menjabat Sekretaris Umum BEM Fakultas Syariah dan Hukum.
Pengalaman organisasi semasa mahasiswa turut membentuk karakter dan mental kepemimpinan Sultan. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bergabung sebagai kader Partai Gerindra.
Sultan kemudian dipercaya memimpin relawan Roemah Djoeang AIA, komunitas pemenangan Andi Iwan Darmawan Aras dalam Pemilu legislatif 2019 hingga 2024.
Karier politiknya berlanjut ke DPRD Sulsel. Berdasarkan rekapitulasi akhir KPU, Sultan Tajang meraih 28.961 suara dan menjadi salah satu peraih suara signifikan dari Partai Gerindra di daerah pemilihan (Dapil) VIII.
Meski baru menjalani periode pertama sebagai anggota DPRD Sulsel, Sultan aktif menyuarakan berbagai persoalan masyarakat melalui Komisi D DPRD Sulsel.
Ia antara lain menyoroti pembangunan infrastruktur di daerah pemilihannya, termasuk pengerjaan jalan dan pembangunan Stadion Sudiang.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kiprahnya sebagai legislator sekaligus kader Gerindra yang membawa semangat perjuangan partai ke ruang politik dan pengabdian kepada masyarakat.(***)







