RUANG.NEWS MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mendampingi persiapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak Tingkat SMA/SMK Sederajat Tahun 2026 di SMA Negeri 12 Makassar.
Pendampingan tersebut berlangsung pada Rabu (23/9/2026) sebagai bagian dari program Sosialisasi dan Pendampingan Pilketos Serentak yang digelar KPU Kota Makassar.
Rombongan KPU Kota Makassar dipimpin Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Muh. Abdi Goncing, bersama jajaran staf Parhumas dan SDM.
Kedatangan rombongan diterima langsung di ruang Kepala SMAN 12 Makassar. KPU memberikan penguatan teknis kepada penyelenggara Pilketos sebagai persiapan menuju pemungutan suara yang dijadwalkan pada 30 September 2026.
Kepala SMAN 12 Makassar, Ariani, melalui Wakasek Kesiswaan sekaligus Pembina OSIS/MPK, Abdul Kadir Hamid menyambut positif pendampingan tersebut.
Menurut Abdul Kadir, kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai demokrasi sekaligus memberikan pengalaman kepada mereka dalam menjalankan proses pemilihan di lingkungan sekolah.
“Ini sangat kita sambut baik, mengingat kegiatan ini memberi kebersamaan penyelenggara di tingkat Pilketos, jelang pesta demokrasi yang akan mereka laksanakan di akhir bulan September ini. Pengetahuan siswa juga akan semakin terbuka dan pandangan akan pentingnya peran demokrasi dalam sekolah makin dipupuk,” ujar Abdul Kadir Hamid saat membuka pertemuan.
Dalam sesi pendampingan, Abdi Goncing memaparkan sejumlah tahapan penting yang perlu diperhatikan penyelenggara Pilketos.
Materi tersebut mencakup penetapan pasangan calon dan mekanisme kampanye, penentuan lokasi kampanye serta titik pemasangan alat peraga kampanye, hingga pelaporan dana kampanye.
KPU juga memberikan arahan terkait tata cara pemungutan dan penghitungan suara, baik menggunakan metode manual maupun berbasis e-voting.
Abdi Goncing menegaskan, kehadiran KPU dalam pendampingan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan Pilketos berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Selain memberikan penguatan teknis, KPU mendorong agar Pilketos menjadi representasi Pemilu atau Pilkada dalam skala mikro di lingkungan sekolah.
“Kehadiran kami dalam pendampingan Pilketos di sekolah ini untuk memberikan dukungan, fasilitasi, bimbingan, serta arahan kepada para penyelenggara. Tujuannya agar seluruh rangkaian tahapan Pilketos sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan,” jelas Abdi.
Ia mengatakan, pengalaman mengikuti proses Pilketos dapat menjadi pembelajaran langsung bagi siswa mengenai pelaksanaan demokrasi.
“Kami juga memberikan masukan agar Pilketos benar-benar menjadi semacam Pemilu atau Pilkada mini di tingkat sekolah, sehingga para siswa yang terlibat di dalamnya juga dapat merasakan dan memahami secara langsung bagaimana pesta demokrasi itu, setidaknya di tingkat sekolah,” lanjutnya.
Melalui program Pendampingan Pilketos Serentak 2026, KPU Kota Makassar ingin menjadikan lingkungan sekolah sebagai laboratorium demokrasi bagi generasi muda.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis kepada siswa, tetapi juga pengalaman praktis dalam mengawal proses pemilihan yang jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, Pilketos tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan OSIS, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa sejak dini.(***)







