Menu ✖

News

Workshop Nasional di Makassar, Perawat Dituntut Efisien Tanpa Korbankan Mutu Layanan

badge-check

Workshop Nasional di Makassar, Perawat Dituntut Efisien Tanpa Korbankan Mutu Layanan Perbesar

MAKASSAR – Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sulawesi Selatan bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar menggelar Workshop Nasional bertajuk Tata Kelola Keperawatan yang Efektif dan Efisien di Era JKN yang digelar di Hotel Four Points Makassar, Jumat (23/10/2026).

Sekitar 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut berasal dari sejumlah daerah, termasuk Tana Toraja, Palopo, dan Makassar.

Ketua Panitia Workshop, Dr. Hamzah Tasa, S.Kep., Ns., M.Kes., M.Kep., mengatakan perawat kerap menghadapi tantangan dalam menjalankan pelayanan karena terikat regulasi yang berlaku di era JKN.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perawat mampu menyeimbangkan kepatuhan terhadap regulasi, efisiensi penggunaan sumber daya, dan kualitas pelayanan keperawatan.

“Perawat sering diperhadapkan dengan kondisi-kondisi di era JKN. Mereka tidak mampu keluar dari regulasi yang sudah ditetapkan sehingga terperangkap dalam tindakan yang mungkin mengarah pada pemborosan. Tetapi nilai dan kualitas pelayanan tetap harus terjaga,” ujarnya.

Hamzah berharap workshop tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi berlanjut melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelayanan kesehatan.

Ia menyebut kolaborasi ke depan perlu diperluas, tidak hanya melibatkan rumah sakit swasta, tetapi juga rumah sakit lainnya di Sulawesi Selatan. Dengan begitu, peningkatan kompetensi tenaga keperawatan dapat menjangkau lebih banyak institusi pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua ARSSI Sulawesi Selatan, dr. Sulkifar Andi Goesli, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi antara ARSSI dan PPNI, khususnya dalam meningkatkan kompetensi anggota kedua organisasi.

“Sinergi dan kolaborasi organisasi antara ARSSI dan PPNI terus dipertahankan terkait dalam peningkatan kompetensi anggotanya,” ucapnya.

Menurutnya, perawat memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit karena menjadi kelompok tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar.

Karena itu, peningkatan kompetensi perawat dan penguatan tata kelola keperawatan menjadi bagian penting dalam mendorong pelayanan rumah sakit yang efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Jumlah perawat yang jumlah terbesar di RS, tentunya peran perawat menjadi hal yang utama dalam pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan kepada pasien yang ada di RS,” pungkasnya.  (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bawaslu Sulsel Siapkan Hotline Aduan Kekerasan Seksual 24 Jam Hingga Jamin Karier Pelapor

26 Okt 2026 - 19:11 WITA

Bawaslu Sulsel Siapkan Hotline Aduan Kekerasan Seksual 24 Jam Hingga Jamin Karier Pelapor

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Poros Malino Gowa

23 Okt 2026 - 17:15 WITA

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Poros Malino Gowa

Polisi Mulai Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Koma 6 Hari

22 Okt 2026 - 08:36 WITA

Polisi Mulai Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Koma 6 Hari

Korban Tabrak Lari di Gowa Koma di Rumah Sakit, Pelaku Belum Diketahui

21 Okt 2026 - 18:44 WITA

Korban Tabrak Lari di Gowa Koma di Rumah Sakit, Pelaku Belum Diketahui

GMKI Ingatkan Masmindo Segera Selesaikan Sengketa Lahan Rante Balla

20 Okt 2026 - 00:04 WITA

GMKI Ingatkan Masmindo Segera Selesaikan Sengketa Lahan Rante Balla
Trending di News