RUANG.NEWS MAKASSAR – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan mendorong penguatan sektor perikanan, hilirisasi komoditas unggulan, dan perluasan akses pasar bagi nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), menilai momentum Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menjadi kesempatan untuk memperkuat ekonomi daerah melalui investasi produktif, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja.
Menurut AIA, pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 5,43 persen sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi pembangunan daerah.
Namun, pertumbuhan tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan manfaat ekonomi.
“Momentum HUT Sulsel ini perlu kita manfaatkan untuk mengevaluasi kebijakan ekonomi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” kata AIA, Selasa (20/10/2026).
HNSI Sulsel Dorong Hilirisasi Sektor Perikanan
Sebagai Ketua HNSI Sulsel, AIA menilai sektor perikanan memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Karena itu, pengembangan usaha perikanan perlu melampaui aktivitas penangkapan dan penjualan hasil laut dalam bentuk bahan mentah.
Menurutnya, hilirisasi perikanan dapat membuka peluang usaha baru melalui pengolahan hasil tangkapan, pengembangan produk bernilai tambah, penguatan rantai distribusi, hingga perluasan akses pasar.
Langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan daya saing produk perikanan Sulsel sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat pesisir.
“Investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas bisnis, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan membuka peluang kemitraan bagi pengusaha lokal,” tuturnya.
AIA yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel menegaskan bahwa pengembangan potensi daerah harus melibatkan nelayan, UMKM, dan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas.
Selain perikanan, Sulsel memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan industri pengolahan.
Pengembangan sektor-sektor tersebut melalui hilirisasi dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang ekspor.
Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah perlu memperkuat kepastian hukum, menyederhanakan perizinan, memperbaiki infrastruktur logistik, dan menjaga konsistensi kebijakan investasi.
UMKM dan Nelayan Perlu Akses Pasar Lebih Luas
AIA juga menekankan pentingnya penguatan UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi Sulsel.
Pelaku usaha kecil, termasuk usaha yang berkaitan dengan sektor perikanan, masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pembiayaan, teknologi, kualitas produk, dan akses pasar.
Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan modal. Pemerintah perlu memperluas pendampingan manajemen, digitalisasi usaha, sertifikasi produk, penguatan merek, dan akses pemasaran.
“Kemitraan dengan perusahaan besar juga perlu diperluas agar UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri, perdagangan, perhotelan, dan sektor ekonomi lainnya,” ujarnya.
Menurut AIA, kemitraan tersebut dapat membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan skala bisnis.
Bagi nelayan, penguatan kemitraan juga penting untuk memperbaiki jalur distribusi hasil tangkapan dan memperluas peluang pengolahan produk perikanan.
Dengan begitu, nelayan berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari komoditas yang mereka hasilkan.
Infrastruktur dan Kepastian Investasi
Selain penguatan sektor produktif, AIA mendorong pembangunan infrastruktur yang mampu menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang.
Pembangunan jalan, pelabuhan, fasilitas pergudangan, serta infrastruktur pendukung sentra produksi perlu menyesuaikan kebutuhan ekonomi dan potensi setiap wilayah.
Konektivitas yang memadai akan membantu petani, nelayan, dan pelaku industri memasarkan produk secara lebih efisien.
Infrastruktur yang baik juga dapat meningkatkan daya tarik investasi dan memperluas jangkauan pasar produk unggulan Sulsel.
“Kebijakan ekonomi yang konsisten menjadi penting karena keputusan investasi tidak hanya mempertimbangkan potensi pasar, tetapi juga kepastian usaha, ketersediaan tenaga kerja, dan efisiensi operasional,” jelas AIA.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat koordinasi antarlembaga agar pelaku usaha memperoleh kepastian dalam merencanakan investasi jangka panjang.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Tingkatkan Kesejahteraan
Dalam momentum HUT ke-357 Sulsel, AIA mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah juga perlu memperhatikan perkembangan kemiskinan, pengangguran, upah, daya beli, dan pemerataan kesempatan ekonomi.
Pemerintah dan dunia usaha perlu berkolaborasi menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan digital, dan pengembangan kewirausahaan dapat membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas.
Di sisi lain, penguatan sektor pangan, pertanian, dan perikanan tetap penting untuk menjaga stabilitas pasokan, mendukung ketahanan pangan, serta melindungi daya beli masyarakat.
“Peringatan HUT Sulsel diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi juga menciptakan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata AIA.
Ia berharap sinergi pemerintah, dunia usaha, dan organisasi yang mewadahi masyarakat produktif, termasuk HNSI Sulsel, dapat memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
“Kuncinya terletak pada kebijakan yang konsisten, investasi yang produktif, penguatan UMKM, serta kemampuan mengubah potensi sumber daya daerah menjadi nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(***)









