RUANG.NEWS MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Jufri Rahman menyampaikan salam perpisahan kepada anggota DPRD Sulsel menjelang masa purnabaktinya.
Suasana haru mewarnai Rapat Paripurna DPRD Sulsel di Ruang Rapat Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (28/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jufri Rahman menyampaikan pesan perpisahan setelah mengabdi sebagai birokrat sejak 1986.
Ia menegaskan, berakhirnya masa jabatannya sebagai Sekprov Sulsel tidak berarti berakhir pula hubungan persaudaraan dan persahabatan dengan para anggota DPRD Sulsel.
“Saya pergi dari jabatan Sekprov, tetapi tidak pergi dari sebuah persaudaraan dan persahabatan,” ujar Jufri.
Jufri mengatakan dirinya dan anggota DPRD Sulsel mungkin tidak lagi berada dalam ruang kerja yang sama setelah masa jabatannya berakhir.
Namun, ia berharap hubungan yang telah terjalin selama ini tetap terjaga.
“Meskipun kita berpisah hari, Jufri Rahman yang dulu tidak akan pernah berubah,” katanya.
Suasana paripurna semakin haru saat Jufri menyampaikan kata-kata perpisahan. Sejumlah anggota DPRD Sulsel tampak terharu.
Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi alias Cicu bahkan terlihat meneteskan air mata.
Cicu mengatakan kepergian Jufri Rahman dari jabatan Sekprov Sulsel akan membuat jajaran legislatif merasa kehilangan.
Terlebih, Jufri selama ini kerap mengikuti berbagai pembahasan dan rapat bersama DPRD Sulsel.
“Pasti kita akan merasa kehilangan, dalam rapat-rapat kita ke depannya. Tapi kita berharap masukan, saran masih bisa diberikan kepada teman-teman dalam bekerja bersama untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” kata Cicu.
Perpisahan tersebut berlangsung di sela Rapat Paripurna DPRD Sulsel yang mengagendakan Pandangan Umum Fraksi terhadap sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).
Bagi Jufri Rahman, masa jabatannya sebagai Sekprov Sulsel memang akan segera berakhir.
Namun, ia menegaskan hubungan persaudaraan dan kecintaannya terhadap Sulawesi Selatan akan tetap berlanjut meski dirinya menjalani ruang pengabdian yang berbeda.(***)






