RUANG.NEWS MAKASAR – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan sekaligus Ketua DPC PKB Kota Makassar, Fauzi Andi Wawo, menggelar reses masa persidangan III di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (27/7).
Menariknya, dalam penyerapan aspirasi tersebut Fauzi Andi Wawo menghadirkan legislator Makassar Fraksi PKB Andi Makmur Burhanuddin untuk ikut menyerap aspirasi masyarakat.
Hal tersebut karena kebanyakan aspirasi masyarakat merupakan kewenangan Pemetintah Kota Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, Fauzi menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkenalkan sejumlah program unggulan PKB melalui program kk Binaan.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengembangan urban farming, hingga penyediaan layanan ambulans.
Fauzi mengatakan, program kk Binaan bertujuan memastikan masyarakat memiliki akses pendampingan ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Kami tidak ingin lagi konstituen PKB merasa terlantar dan tidak memiliki tempat mengadu. Karena itu kami akan mendata mereka sebagai kk Binaan agar setiap persoalan bisa kami dampingi dan tindak lanjuti,” ujarnya.
Menurut Fauzi, selama ini dirinya kerap menemui kendala saat menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kota Makassar karena sebagian besar persoalan menjadi kewenangan pemerintah kota, sedangkan dirinya merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Namun, kondisi tersebut kini dinilai lebih mudah diatasi karena PKB memiliki lima anggota DPRD Kota Makassar.
“Kalau ada persoalan yang menjadi kewenangan provinsi akan saya tindak lanjuti. Kalau kewenangan kota, insya Allah ada lima anggota DPRD Kota Makassar dari PKB yang siap membantu, termasuk Andi Makmur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Fauzi juga menyampaikan permohonan maaf karena baru pertama kali mengunjungi Tanjung Merdeka setelah kembali terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel.
“Sejak saya terpilih kembali, ini pertama kalinya saya datang ke sini. Saya memang ingin bertemu langsung dengan masyarakat Tanjung Merdeka,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama dalam program kk Binaan.
Ia menegaskan, pihaknya akan berupaya membantu anak-anak dari keluarga yang terdata dalam program tersebut agar tetap memperoleh akses pendidikan.
“Kami tidak ingin ada lagi anak dari keluarga kk Binaan yang putus sekolah. Kalau ada yang putus sekolah akan kami bantu melalui Paket C atau dicarikan sekolah yang memungkinkan. Yang jelas, tidak boleh ada lagi anak yang tidak sekolah,” katanya.
Di bidang kesehatan, PKB juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Kalau ada yang sakit, insya Allah akan kami bantu pengurusannya. Tapi syaratnya harus terdaftar sebagai anggota kk Binaan,” ujarnya.
Selain itu, PKB juga akan mengembangkan program urban farming melalui bantuan kandang ayam petelur, kolam ikan, komposter, dan kebun sayur yang terintegrasi.
“Kalau ada lahan, segera sampaikan kepada kami. Kita akan bangun kawasan urban farming seperti yang sudah kami kembangkan sebelumnya, lengkap dengan kandang ayam, kolam ikan, komposter, dan kebun sayur,” ungkap Fauzi.
Dalam reses tersebut, Fauzi juga memperkenalkan dua unit ambulans Alphard yang disiapkan PKB untuk melayani masyarakat, selain empat unit ambulans Avanza.
“Banyak yang bilang ambulans Alphard terlalu mewah. Tidak apa-apa. Siapa tahu ada rakyat yang selama hidupnya belum pernah naik Alphard. Ini bentuk penghormatan kami kepada masyarakat dan pelayanan terbaik yang bisa kami berikan,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi juga membuka rumah jabatan miliknya untuk dimanfaatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.
“Kalau ada majelis taklim, arisan atau kegiatan masyarakat lainnya, silakan gunakan rumah jabatan saya. Semua fasilitas yang saya dapatkan juga harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Fauzi mengumumkan program bantuan rutin bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Posyandu berupa mushaf Al-Qur’an, buku Iqra, kipas angin, karpet, meja belajar, hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Tidak perlu membuat proposal. Cukup tulis kebutuhan TPA atau kirim lewat WhatsApp kepada tim kami. Ini bukan urusan politik, tetapi kerja-kerja ibadah,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, salah seorang perwakilan warga mengapresiasi bantuan 50 kursi yang sebelumnya telah diberikan Fauzi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu berbagai kegiatan masyarakat.
“Alhamdulillah bantuan 50 kursi sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saat ini kebutuhan kami tinggal tenda. Mudah-mudahan ke depan bisa dilengkapi,” ujarnya.
Warga berharap seluruh program yang dipaparkan Fauzi dapat direalisasikan serta kegiatan reses terus dilaksanakan agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.(***)







