RUANG.NEWS BULUKUMBA – Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Fraksi Partai Gerindra, H. Patudangi Azis, berharap Festival Pinisi terus menjadi agenda tahunan di Kabupaten Bulukumba.
Selain melestarikan budaya dan tradisi bahari, kegiatan ini dinilai mampu mendongkrak perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Harapan tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Festival Pinisi ke-16 Tahun 2026 yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan kawasan Pantai Merpati sebagai pusat kegiatan utama.
Menurut Patudangi, Festival Pinisi memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisatawan, promosi produk lokal, serta pengembangan ekonomi kreatif.
“Festival Pinisi jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Kita berharap agenda ini terus berlanjut setiap tahun karena memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama UMKM, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bulukumba kepada masyarakat luas,” ujar Patudangi, Minggu (18/10/2026).
Sekretaris Gerindra Bulukumba ini menilai, keberlanjutan festival akan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka kepada pengunjung.
Kehadiran wisatawan juga berpotensi meningkatkan pendapatan pedagang, pelaku kuliner, pengrajin, serta sektor usaha lain yang bergerak di sekitar kawasan wisata.
Festival Pinisi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Bulukumba sebagai daerah yang memiliki tradisi maritim dan keterampilan pembuatan kapal Pinisi yang dikenal luas.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival menghadirkan beragam atraksi adat dan budaya, mulai dari ritual Andingingi di Kajang, Songka Bala ri Bantilang, Ammossi, hingga tradisi Annyorong Lopi atau prosesi mendorong perahu Pinisi ke laut secara bergotong royong.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup karnaval budaya, tarian massal pelajar, serta hiburan di Pantai Merpati yang menarik antusiasme masyarakat.
Festival Pinisi 2026 turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata yang mendukung promosi berbagai acara unggulan daerah di Indonesia.
Patudangi berharap, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival, termasuk memperluas keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Ke depan, kita berharap manfaat Festival Pinisi semakin dirasakan masyarakat. Bukan hanya dari sisi pelestarian budaya dan promosi pariwisata, tetapi juga melalui peningkatan omzet UMKM dan terbukanya peluang usaha bagi warga Bulukumba,” tutupnya.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, Festival Pinisi diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Bulukumba.(***)









