RUANG.NEWS MAKASSAR — Perum BULOG menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pangan dan mengoptimalkan penyerapan gabah petani di wilayah Sulawesi Selatan.
Rapat koordinasi tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya percepatan penyerapan gabah petani di tengah momentum panen raya, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional.
“Momentum panen raya harus dimanfaatkan secara optimal untuk menyerap gabah petani. BULOG bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak cepat dan terkoordinasi agar hasil panen petani terserap maksimal dengan harga yang baik, sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah,” ujar Marga Taufiq, Kamis (5/3/2026).
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi operasional di lapangan antara BULOG, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta dinas terkait guna memastikan kelancaran proses penyerapan gabah di berbagai wilayah sentra produksi.
Rapat tersebut turut dihadiri Pemimpin Wilayah BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Fahrurozi, bersama Wakil Pemimpin Wilayah Karmila Hasmin Marunta.
Selain itu, hadir pula para pimpinan cabang di bawah Kanwil Sulsel dan Sulbar yang menjadi ujung tombak pelaksanaan penyerapan gabah di daerah.
Kehadiran seluruh jajaran ini menegaskan komitmen bersama dalam mengoptimalkan capaian penyerapan gabah serta memastikan program stabilisasi pangan berjalan efektif dan tepat sasaran di seluruh wilayah kerja.
Pemimpin Wilayah BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Fahrurozi, mengatakan BULOG bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan dinas terkait terus mendorong kolaborasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pendampingan di lapangan, pengawasan harga, serta koordinasi dengan petani dan mitra usaha menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas gabah sekaligus memastikan stabilitas harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.
“Data sementara menunjukkan bahwa penyerapan gabah di wilayah Sulawesi Selatan mengalami peningkatan signifikan dan menjadi salah satu daerah dengan capaian penyerapan tertinggi secara nasional. Capaian ini merupakan hasil sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah,” ujar Fahrurozi.
Melalui koordinasi yang solid serta kerja sama lintas sektor, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat.(**)









