RUANG.News, MAKASSAR — Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Asman, turut melontarkan kritik keras terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel. Ia bahkan menyebut instansi tersebut salah urus.
Hal itu disampaikan Asman karena pada rapat kerja yang semula dijadwalkan berlangsung Selasa (18/11/2025), terpaksa ditunda karena dokumen Rancangan Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2026 yang dibawa Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, dinilai tidak lengkap dan tidak sesuai dengan kebutuhan pembahasan.
“Salah urus ini Dinas Pendidikan. Belum ada kejelasan mau dibawa ke mana arah pembangunan 2026. Makanya saya bilang salah urus,” kata Asman.
Ia menilai, dinas terkait belum mampu menjelaskan arah kebijakan yang selaras dengan RPJMD.
Rapat lanjutan dijadwalkan kembali digelar pada Jumat (21/11/2025), dengan catatan Dinas Pendidikan wajib menghadirkan dokumen RKA secara lengkap.
Anggota Komisi E lainnya, Andi Patarai Amir, menyoroti proyek pembangunan di SMK Negeri 2 Makassar. Ia mengatakan, hasil kunjungan lapangan menemukan pekerjaan konstruksi yang tidak dilengkapi informasi nilai anggaran.
“Kami dari Komisi E meninjau SMK 2. Di sana ada pekerjaan, tetapi tidak muncul nilai anggarannya. Saya minta pemborong buka, ternyata nilainya Rp1,4 miliar,” ungkapnya.
Komisi E meminta Dinas Pendidikan memberikan penjelasan menyeluruh pada rapat lanjutan, termasuk memastikan seluruh dokumen anggaran dan proyek pendidikan tertata secara transparan. (**)










